Ini first time gue ngeblog hehe. Enaknya isi apa yah? Curhat aja gimana? Check it out~
Sebelumnya gue mau nanya, kalian pernah suka sama orang kan? Sama, gue juga pernah. Kalo suka pandang pertama pernah ga? Apa tuh istilahnya? First Sight yah? Nah, kalo yang itu sih gue belum pernah, hehe. Skip aja deh basa-basinya~
Cerita ini bermula dari Masa Orientasi Siswa! Gue gambarin kisahnya dengan ilustrasi cerita aja yah~
Hari ini adalah hari pertama Masa Orientasi Siswa (MOS). Salah satu moment berharga bagi kakak kelas untuk membalas apa yang pernah dia alami dahulu kala, kepada adik-adik kelasnya. Biasanya sih, ini moment sialnya anak baru atau sang adik kelas.
"Lin cepetan! Ntar telat! Gue ga boleh telat tau!" Teriak El
"Iya, sebentar lagi!" Balas Olin.
"Ma, buruan ngepanginnya, si El udah ngamuk-ngamuk tuh!" Lanjut Olin pada mamanya.
"Kamu juga sih, udah tau hari pertama MOS, malah susah dibangunin!" Balas mama Olin.
"Mama juga kenapa ga dibangunin cobaaa"
"Mama kan udah bangunin, tapi kamu nya aja yang ga mau bangun!"
"Iya deh iya, buruan ngepanginnya maa"
"Dah siap"
"Ma, perlengkapan aku udah siap semua kan?"
"Kok malah nanya mama?"
"Telur udah, roti udah, aqua udah, bekel udah. Sip deh. Pergi ya maa"
"Hati-hati yah sayang"
"Pergi maa" Kata El lalu keduanya segera berangkat kesekolah dengan sepeda motor.
Diperjalanan~
"Emang masuknya jam berapa sih?" Tanya Olin
"Jam 5! Oh ya, ntar gue turunin lu di pinggir jalan raya aja ya. Supaya ga ketauan sama senior lain"
"Iyadeh, terserah"
Kakak Olin, El, merupakan salah satu senior yang ditunjuk untuk menjadi senior MOS di sekolah baru Olin. El yang tidak ingin temen-temennya tau kalau Olin adalah adiknya, tidak ingin menunjukkan kalau dirinya sebenernya mengenal Olin.
"Cepat dek cepat!!" Teriak seorang senior tepat di telinga Olin
"Cepet dek! Lelet banget sih!" Teriak yang lainnya
"Cepet dek! Udah telat! Lari-lari!" Teriak yang lainnya
Jalan raya yang jaraknya lumayan jauh dari gerbang sekolah membuat Olin sangat capek, hingga tidak memperdulikan teriakkan dari kakak-kakak senior, yang dia pikirkan hanya, bagaimana cara agar cepat sampai di sekolah.
Skip~
"Semuanya segera menuju lapangan futsal!!" Teriak salah satu senior perempuan yang kelihatannya garang.
Terlihat para anak baru berjalan mengikuti kakak senior pendamping masing-masing group menuju lapangan futsal.
Skip~
"Sekarang keluarkan telur kalian!" Teriak senior perempuan tadi melalu toa' yang dipegangnya.
Semua anak baru mengeluarkan telur rebus yang dibawa mereka masing-masing dari rumah.
"Sekarang kupas dan makan telur yang pertama! Cepat lakukan!"
Olin yang sudah sarapan berjuang mati-matian untuk memakan telur rebus yang membuatnya eneg.
"Kenapa kamu lama sekali makannya? Temen-temen kamu udah pada selesai! Cepet habiskan!" Teriak senior pendamping tepat ditelinga Olin, dengan sekuat tenaga Olin mencoba menelannya.
"Sekarang kupas dan makan telur yang kedua! Cepet! Jangan ada yang minum!" Kembali terdengar teriakkan senior perempuan tadi.
"Cepet dek! Cepet!" Teriak sang senior pendamping.
Olin yang sudah tidak kuat memakan telur rebusnya yang kedua, akhirnya memutuskan untuk berani menyembunyikan telurnya didalam tas baju yang dipakainya.
"Sekarang minum sedikit! Cepet!" Senior perempuan itu kembali berteriak.
"Oke cukup! Sekarang keluarkan rotinya dan makan! Cepet!" Beberapa detik kemudian terdengar teriakkan sang senior perempuan tadi lagi.
Olin yang sudah bener-bener tidak mampu menghabiskan roti yang dibawanya, hanya memandang rotinya dengan wajah pucat.
"Kamu kenapa diem dek?! Tadi makan telurnya lama banget! Sekarang makan roti juga lama banget! Liat, temen-temen kamu udah pada habis semua!" Teriak sang senior pendamping
"Eh, liat saya! Kenapa rotinya ga dihabisin?!" Lanjut sang senior pendamping
"Saya udah sarapan tadi kak" Balas Olin pelan
"Ya sudah, jangan dilanjutin. Nanti malah pingsan, udah pucat gitu"
"Yang lainnya lanjutkan makan roti yang kedua!" Teriak sang senior pendamping kepada adik-adik asuhannya(group binaannya)
Skip~
Hari pertama MOS saja sudah membuat Olin sangat capek. Karna dia harus bangun jam 3 lalu beraktivitas dari jam 5 pagi sampai jam 6 petang. Hari kedua MOS juga tidak jauh berbeda dari hari pertama, hanya bedanya, hari kedua para anak baru dibina oleh kakak-kakak tentara, kalau hari ketiga, hampir sama dengan hari pertama. Tapi, hari keempat, merupakan hari yang berbeda dari hari pertama, kedua, dan ketiga.
Skip~
"Hari ini kalian harus meminta tanda tangan para senior, cari tau sendiri nama senior-seniornya! Mengerti?" Teriak si senior perempuan yang terlihat garang itu.
"Siap mengerti kak!" Balas para anak baru kompak
Para anak baru terlihat berpencar-pencar menuju senior-senior untuk meminta tanda tangannya, begitu juga dengan Olin. Olin yang sebelumnya sudah mengenal sebagian dari senior-senior, mulai mendatangi mereka satu-persatu dan meminta tanda tangannya, disitulah Olin bertemu pandang dalam jarak dekat dengan salah seorang senior yang membuatnya merasa deg-deg-an.
"Permisi kak, boleh saya minta tanda tangannya?" Tanya Olin ragu-ragu
"Boleh, tapi saya harus tanda tangan dimana?" Balas sang senior
"Disini aja kak" Tunjuk Olin pada lembar buku MOS nya
"Mana? Gaada nama saya. Cari tau dulu nama saya, baru kembali lagi kesini" Kata senior tersebut
"Baik kak"
Beberapa menit kemudian~
"Permisi kak, boleh saya minta tanda tangannya?" Tanya Olin lagi
"Sudah tau nama saya?" Tanya si senior
"Sudah kak, nih"
"Baiklah"
"Terimakasih kak" Kata Olin dan sang senior membalasnya dengan sebuah senyuman.
MOS telah berlalu, tapi perasaan Olin untuk sang senior belum berlalu hingga saat ini. Walau telah memudar, tapi perasaan itu masih ada. Akan sampai kapan? Dia pun tidak tau.
*sebenernya masih panjang, tapi kalau gue ceritain semua, lu pada jadi males bacanya. Intinya, kira-kira seperti itulah kisah gue, hehe. Dan yang pasti, sampai saat ini, status gue masih secret admirer haha :D tapi, kalau ada yang nanya, "mau sampe kapan lu cuma jadi secret admirernya si doi?" gue bakalan jawab, "Idk, yang pasti, gue suka sama dia, bukan berarti gue harus musti kudu pacaran atau milikin dia" dan kalau ada yang nanya, "lu cuma suka sama doi doang? gaada yang lain gitu?" gue bakalan jawab, "ga kok, gue juga pernah suka sama yang lain, tapi selama gue suka sama yang lain, perasaan gue sama dia ga berubah" dan kalau ada yang nanya, "kan udah lama tuh, sekarang perasaan lu gimana sama doi?" gue bakalan jawab, "emang sih ga kayak dulu. tapi, perasaan itu masih ada, hanya ga sebesar dulu".
Nah, kenapa gue nulis kayak gitu? Karna gue yakin, salah satu dari lu pasti mau nanya kayak gitu, yah, setidaknya lu ga bakalan kepo, muehehe ;)
Dan, satu yang gue yakin, bakalan lu tanyain, "emang siapa sih doi yang dimaksud?" tenang aja, bakalan gue jawab, "RN. Sorry, gue ga bisa ngasih tau kelengkapannya, karna takut ntar bisa membuat status gue sebagai secret admirer dalam keadaan bahaya, bhahaha".
Sekian dan selamat malam my readers!! Much love x