Saturday, 5 April 2014

#StoryOfMyLife - Part 1

YN P.O.V

Pagi yang sunyi tapi sangat tenang, hanya ada langit yang cerah, udara yang sejuk, pohon yang rindang, serta kicauan burung yang merdu. “Tenang sekali disini” Gumamku.


YN (Your Name)? Kenalin nama aku YFN (Your Full Name). Biasa di panggil YN. Aku hanya seorang gadis remaja, yang baru berumur 16th, aku seorang siswi dari sebuah SHS yang cukup terkenal di UK. Ayahku asli UK, tapi ibu ku campuran Spanyol-Indonesia. Aku anak bungsu, so, aku punya 1 abang, yang OMG cakepnya! Seandainya aku bukan adiknya, mungkin dia udah aku jadiin gebetan, hihi 

 Tapi, secakep-cakepnya orang, pasti punya kekurangan, dan kekurangan abangku ini, sangat sangat membuatku jengkel-_- tau ga apa itu? Itu tuh seperti mengejekku, menggodaku atau apa aja yang membuatku jengkel padanya-_- nyebelin banget kan? Oia, sampe lupa, kenalin abangku, Zayn. Kenal sama dia ga nyesel deh 
Oke udah cukup perkenalannya. Back to story~

Lagi asik-asiknya menyendiri, tiba-tiba …
“Disini memang tenang” Kata seseorang tiba-tiba.
“Si.. siapa kau?” Tanyaku, takut. Tapi orang tersebut hanya diam.
Setelah aku cukup tenang, aku pun kembali menikmati keindahan dan ketenangan taman ini. Sebuah taman di pinggiran kota London. Tanpa ku sadari, orang yang tadi mengagetkan ku, duduk di sebelahku, di kursi taman yang sama denganku.
“Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya” Katanya mengagetkanku lagi.
“Si.. siapa kau?” Tanyaku, kaget bercampur takut. Lagi-lagi dia tidak menjawab, hanya terdiam dan melihat lurus kedepan, ku ikutin arah pandangnya, dan ternyata dia sedang melihat sepasang burung.
“Aku memang baru pertama kali datang kesini” Kataku dan kudapati dari ekor mataku, dia melihatku sekilas.
Dan kami kembali terdiam, dan sibuk oleh pikiran kami masing-masing. Tiba-tiba dia kembali bersuara..
“Aku harry, dan aku sudah menjawab pertanyaanmu tadi” Katanya tanpa menoleh padaku, dan itu membuatku kesal.
“Oh baiklah” Kataku jutek.
“Kau lucu” katanya, membuatku bingung
“Ha? Apa maksudmu?” Tanyaku, bingung
“Kau terlalu mudah mengekspresikan emosimu, dan ku tebak, sekarang kau pasti sedang marah padaku. Benar kan?” Katanya sambil menoleh serta tersenyum padaku. Ketika aku melihatnya tersenyum, aku seperti terhipnotis oleh senyumannya, dan aku terus melihatnya tanpa berkedip untuk beberapa detik.
“Kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanyanya heran.
“Oh, tidak apa-apa” Jawabku gugup. “Oh Tuhan, senyumannya indah sekali!! Tidak, tidak mungkin!” Batinku.
“Maaf, aku harus pergi” Kataku sembari beranjak dari kursi, tapi tiba-tiba dia menarik pergelangan tanganku, dan itu membuatku gugup.
“Boleh ku tau namamu?” Tanya nya lembut dan membuatku semakin gugup.
“Na..namaku YN, maaf, aku ada urusan, permisi” Pamitku, gugup.
“Oh, baiklah YN, sampai ketemu lagi” Katanya, lalu dia melepaskan pergelangan tanganku dan diganti dengan melambaikan tangan padaku.
Aku pun membalas lambaiannya sekilas dan langsung berjalan cepat menjauh darinya. “Apa yang terjadi padaku?” Gumamku, bingung. Sebenarnya aku sendiri bingung mau kemana, tadi aku hanya gugup dan memutuskan harus cepetan mungkin menjauh darinya. Capek memikirkan tujuanku selanjutnya, aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah.

-Di rumah-

“Aku pulang” Kataku dan seperti biasa, aku langsung membuka sepatuku dan menciumi papa dan mamaku, serta abangku tercinta.
“Tumben pulangnya cepet bang” Kataku heran.
“Hai sayang” Kata papa dan mamaku berbarengan.
“Kebetulan hari ini gak ada pelajaran tambahan. Udah ah, buruan mandi! Bau tauuu” Katanya, meledekku.
“Iya, buruan ah, biar kita makan malam, papa udah laper nih” Ledek papaku dan membuat abangku tertawa.
“Huh, papa sama anak sama aja!” Kataku kesal.
“Emang kamu bukan anak papa?” Tanya papaku, masih meledek.
“Gak donggg, aku kan anak mama” Balasku dan langsung berlari ke kamarku yang terletak di lantai 2 sebelum papa dan abangku membalas ledekkanku, hehee XD

-1 jam kemudian-

Setelah selesai mandi, aku pun langsung turun ke bawah untuk makan malam.
“Lama banget mandinya” Gerutu abangku.
“Biarin, bawel banget deh” Ledekku.
“Tau nih, papa udah laper tau” Kata papaku membantu abangku.
“Huh! Mulai deh komplotannya” Kataku, cemberut.
“Sudah-sudah, nanti lagi deh di lanjutin ledek-ledekannya, sekarang kita makan dulu, oke?” Kata mamaku, melerai kami.

<SKIP>

Selesai makan, kami pun berkumpul di ruang keluarga, seperti biasanya.
“Pa, ma, aku mau cerita sesuatu” Kata abangku tiba-tiba.
“Mau cerita apaan bang?” Kata mamaku.
“Hm.. a.. aku suka sama seorang di sekolah” Kata abangku, dan ku lihat pipinya merah.
“Cieeeeeeeee, abang udah gede men” Kataku, meledeknya dan membuat pipinya semakin merah, kami pun tertawa geli karenanya.
“Cantik gak bang?” Kata papaku, dan sekarang papaku berada di pihakku untuk meledeknya.
“Can..cantik, banget, hehee” Kata abangku dan sekarang dia udah kayak tomat busuk, haha 
“Hahaha, tuh pipi atau tomat busuk, bang?” Ledekku dan itu cukup membuat abangku malu dan membuat papa dan mamaku tertawa.
“YN!! Awas ya kamu! Ntar abang bales” Kata abangku, geram.
“Gak takut, weee” Ledekku sambil menjulurkan lidah.
“Sudah-sudah, siapa namanya bang?” Tanya mamaku.
“Hm.. Pe.. Perrie” Kata abangku, malu tapi senyum-senyum gak jelas-_-
“Perrie? Nama panjangnya apaaa?” Tanyaku penasaran.
“Perrie Edward Styles” Jawab abangku, malu-malu.
“Cieeeeeee, bisa jadi hot gossip nih” Ledekku dan abangku pun salah tingkah gitu.
“YN!!” Kata abangku, aku pun langsung lari ke kamarku dan abangku mengejarku, tapi dia terlambat, karna aku sudah masuk ke kamarku dan mengunci pintunya.
“Awas aja yaaa kalo orang-orang pada tau! Abang gak bakalan mau berangkat bareng kamu lagi!” Ancamnya dan aku membalasnya dengan tertawa kencang.
“Jangan ketawa!” Katanya kesal, dan aku tawaku semakin kencang.
“Sudah-sudah, jangan berantem terus, udah malem, tidur gih. Selamat tidur abang, selamat tidur adek. Mimpi indah sayang, sampai ketemu besok pagi” Kata mamaku, melerai dan mengucapkan selamat tidur pada kami seperti biasanya, dan ku dengar pintu kamar papa dan mamaku terbuka lalu tertutup.
“Selamat tidur abangku tersayang, hahaha” Kataku dan itu cukup memancing abangku.
“Huh! Awas aja yaaa!” Balas abangku, masih kesal, lalu ku dengar pintu kamar terbuka, dan ku yakin, itu pintu kamar abangku.
“Hey! Mana ucapan selamat tidur untukku?” Tanyaku kesal, karena dia seperti melupakanku.
“Maaf YN, selamat tidur adikku tersayang, mimpi indah yaaa” Katanya tulus dan aku yakin dia sudah tidak kesal lagi padaku. Kami pun tertidur lelap.

<SKIP>

DOR DOR DOR!!!

“YN BANGUN!! UDAH TELAT WOI!! COME ON!!” Kata abangku sambil mengedor pintu kamarku-_-
“Aduhhh.. Berisik banget sih! Yah, mimpi indahkuuu, huh” Gumamku, kesal.
“YN BANGUN!!!” Suara abangku kembali terdengar, sepertinya dia sangat kesal.
“Ya ya! Baiklah, aku bangun!” Balasku tak kalah kesalnya.
Aku pun mendengar suara orang turun tangga, dan aku yakin itu pasti abangku. Dengan enggan aku pun beranjak dari tempat tidurku, ku ambil handukku yang tergantung di balik pintu kamarku, ku sangkut kan di leher ku, dan aku pun menyiapkan buku pelajaran yang akan ku bawa hari ini, lalu ku buka lemariku untuk mencari baju apa yang akan ku kenakan hari ini, ku pilih baju berwarna hijau cerah dan jins kesayanganku, setelah itu, baru deh aku mandi.

<SKIP>

“Segerrrrr” Kataku setelah selesai mandi dan berpakaian, lalu aku memoleskan bedak baby dan lipglos seperti biasanya.
“YN CEPETAN DONG!!” Keluh abangku, membuatku kaget dan kesal.
“Iya, iyaaa!” Jawabku, ku percepat rutinitasku dan ku raih tas ku, lalu aku pun turun kebawah dan di sambut oleh wajah kesal abangku, dan gelengan kepala mamaku.
“Heheee” Cengirku ke abangku.
“Udah ah, yuk! Ntar kita telat loh!” Ajak abangku, masih kesal padaku.
“Tapi kan aku belum sarapan” Protesku.
“Tapi, ntar kita telat loh dek” Kata abangku, lemes.
“Iya deh, iyaaa” Kataku, cemberut.
“Sudah-sudah, nih YN, mama udah buatin bekal buat kamu” Kata mamaku, dan cukup membuatku tersenyum lagi.
“Yaudah yuk, pergi ya maaa” Pamit abangku.
“Pergi ya maaa, byee” Pamitku.
“Hati-hati dijalan yaa, belajar yang baik, byee” Jawab mamaku, seperti biasanya.

<SKIP>

-Disekolah-
“Dek, ntar kalau udah pulang, sms yaaa” Kata abangku, sebelum keluar dari mobil.
“Iya, sip bos! Aku ke kelas dulu yaa” Kataku dan seperti biasanya, aku mendapat kecupan manis di pipiku dari abangku tersayang, Zayn.
“Belajar yang bener” Katanya setelah menciumku lalu mengusap kepalaku, aku sangat menyukai belainnya pada kepalaku, bukan maksud apa-apa yaa, aku suka karena ketika dia mengusap kepalaku, aku seperti kecil kembali, hehee.

-Dikelas-

“Hai YN” Sapa Olin, sahabat dekatku. Oh ia, aku belum ngenalin olin ke kalian yaa? Yaudah deh, kenalin, sahabatku yang paling baik dan pengertian, Violin Tomlinson, dia salah satu cewek yang popular di sekolahku, dia cantik, baik, pinter lagi! Kurang apa coba? Nothing-_- Dan satu lagi, dia punya abang yang luar biasa gantengnya, Louis Tomlison, sayangnya, dia udah punya pacar, namanya Eleanor Calder, seorang cewek cantik dan baik hati, el adalah salah satu kakak kelas favoritku sewaktu MOS dulu, hehee, bang loui udah aku anggap kayak abang aku sendiri, dia baik, pengertian, dan bijak banget! Udah cukup ya perkenalannya. Back to story~

“Hai lin” Jawabku, dan aku pun langsung duduk disamping olin.
“YN, kamu udah siap pr?” Tanya olin.
“PR? PR apaaa?” Tanyaku terkejut.
“PR Math” Jawab olin santai, dia memang satu-satunya di kelasku yang suka pelajaran math.
“Kamu kok santai banget? Pasti udah siap kan? Liat donggg” Tanyaku, memelas.
“Haha, mukanya gitu amet neng, nih deh” Jawab olin, lalu di membuka tasnya dan menyerahkan PR nya padaku, dan dengan sigap aku menyalinnya, tiba-tiba ..

KRINGGGGG!!!

Bel pun berbunyi, aku yang belum selesai menyalin, langsung panik, apalagi ku lihat Mr.Hendric sudah memasuki kelasku. “Huh, si pendek udah dateng” Gumamku, lemes dan ku dengar olin tertawa geli. “Jangan ketawa!” Bentakku pelan dan dia pun langsung berhenti tertawa. Mr. Hendric pun duduk, lalu mengabsen kami semua, tapi sebelum dia memulai pelajaran, seseorang mengetuk pintu kelas kami, dan moment itu pun aku anggap sebagai kesempatan, dengan sigap ku salin lagi PR olin, ku dengar ada seorang murid baru, dan anak itu pun memperkenalkan dirinya di depan kelas, tapi aku tidak focus padanya, aku hanya focus pada PR ku yang tinggal sedikit lagi selesai, hihi 

“Hei, lihat diaaa! Cakep banget! Ku rasa aku suka padanya!” Kata olin, pelan dan ku lirik dia melalui ekor mataku, dia seperti orang terhipnotis. Aku pun mengacuhkannya dan menyelesaikan acara salin-menyalin PR. “Akhirnyaaa” Gumamku, lega. Pelajaran pun di mulai, dan Mr. Hendric menyuruh kami untuk mengumpulkan PR ke mejanya. Aku pun maju untuk mengumpulkan PR ku, ketika aku hendak kembali ke tempat dudukku, aku sempat melirik kearah si anak baru, kan penasaran juga jadinya, ketika aku melihatnya, detik itu juga aku bengong di tempat, kaget melihat si anak baru, dia pun tidak kalah kaget nya denganku.
“Kauuuu..” Kataku sambil menunjukkan, sebelum aku sempat melanjutkkan kata-kataku, Mr. Hendric memotongku dengan berkata “Mari kita lanjutkan pelajaran ini” Dan aku pun terpaksa duduk kembali di tempat dudukku.





Comments
0 Comments
Facebook Comments by Barbie ♥

No comments:

Post a Comment