Saturday, 5 April 2014

#StoryOfMyLife - Part 8

YN P.O.V

KRINGGG!!!

Jam bekerku berbunyi nyaring, tepat di samping telingaku. Jadi, mau tak mau aku harus bangun dari mimpi indahku bersama harry. “Aaaaa, bising banget sih! Buyar deh mimpi indahku. Huh!” Batinku. Aku pun segera beranjak dari tempat tidurku, tapi ketika hendak bangun sepenuhnya, aku baru menyadari ada seseorang yang tidur di sebelahku, walau tidak seranjang denganku, ragu-ragu tapi tetap ku perhatikan wajahnya, dan ternyata itu adalah Harry.


Rasa bingung pun tidak bisa ku hindari, banyak pertanyaan yang ada di kepalaku untuknya, tapi aku tidak tega untuk membangunkannya. Jadi, ku simpan dulu pertanyaanku dan aku pun bangun dan segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sekitar 30 menit kemudian, aku sudah rapi dan siap untuk berangkat sekolah, tapi ternyata harry belum juga bangun, dan ku paksa dia untuk bangun dengan mengguncangkan tubuhnya serta meneriakinya. Akhirnya setelah 2 menit aku mencoba membangunkannya, dia pun terbangun dan segera mandi, aku pun menunjukkan kamar mandi bang zayn, yang terletak di dalam kamarnya. Beberapa menit kemudian, harry sudah selesai mandi dan kami sarapan roti. Lalu kami pun berangkat ke sekolah. Di sepanjang perjalanan, aku kembali mengingat pertanyaan yang ada di kepalaku tadi, dan ku putuskan untuk menanyakannya.
“Hm.. harry” Kataku, membuka pembicaraan.
“Ya?” Balasnya. “Ada apa?” Lanjutnya tanpa menoleh padaku, tetap konsentrasi pada jalan.
“Hm.. Hm, kenapa tadi sewaktu aku bangun kau berada di samping ku?” Tanyaku, ragu-ragu dan itu membuat harry menoleh sebentar.
“Hm.. eh, hm, tadi, tadi malam, aku ingin mengecek keadaanmu, makanya aku ke kamarmu, yah, setelah itu aku tidak sadar, kalau aku tertidur di samping ranjangmu, apa tidak apa-apa?” Jawabnya
“Oh, eh, tidak apa-apa kok, aku hanya bingung. Oia, tadi pagi aku juga tidak melihat abangku, apakah dia tidak pulang?” Tanyaku, kemudian.
“Ya, tadi malam dia menelfon, dan dia bilang dia harus jadi bestmen di acara pernikahan anak aunt mu, so, dia segera menyusul mom and dad mu ke Ireland, tapi dia lupa memberitahumu, dan dia sangat khawatir padamu” Jelas harry dan aku hanya mengangguk-angguk.
“Oh gitu, jadi, kau akan menemaniku sampai keluargaku pulang dari Ireland?” Tanyaku.
“Yah, begitulah. Abangmu sudah mempercayakanmu padaku” Jawabnya dan ku balas dengan anggukan.

<SKIP>

-Di sekolah-

Setelah melalui perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 45 menit, akhirnya kami tiba di sekolah dan langsung masuk menuju parkiran. Kami pun jalan beriringan menuju ke kelas, karna kami memang sekelas. Ku sadari, mulai kami memasuki koridor sekolah yang memang lagi rame-ramenya, banyak sekali yang memandangi kami, ada yang sinis, senyum-senyum, dll. Aku hanya diam menunduk, malu dan senang bercampur jadi satu, hihi. Sampai akhirnya kami sampai di kelas, temen-temenku pun mulai menggodaku karna aku datang bersama harry, dan ku lihat harry hanya tersenyum mendengarnya, tapi berbeda denganku, perasaanku kacau balau, apalagi waktu ku lihat muka olin, seperti orang yang mau nangis, aku pun tak tega melihatnya, ku putuskan untuk menjelaskan padanya sewaktu jam istirahat, karna ketika aku duduk di tempat dudukku, ternyata Mrs. Kelly yang akan mengajar telah datang, ternyata bel sudah dari tadi berbunyi dan aku pun bernafas lega karna selamat dari kata ‘terlambat’ hehe 

<SKIP>

Bel tanda istirahat pun berbunyi, aku pun mengajak olin ke taman belakang sekolah untuk menjelaskan kejadian tadi pagi. Tanpa ku sadari, ternyata harry mengikuti kami.

-Di taman-

“Hm.. lin, soal tadi pagi” Kataku membuka pembicaraan.
“Ah sudahlah, aku tidak ingin membahasnya” Katanya memotongku.
“Akan ku jelaskan, please dengerin dulu” Kataku dan ku lihat dia mencoba tersenyum, itu sangat menyentuhku.
“Silahkan” Katanya, ada nada gemeter yang ku rasakan dalam nada bicaranya.
“Hm.. aku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya” Kataku, mencoba menjelaskan.
“Ya, aku tau” Balasnya, dan itu membuatku semakin tidak enak padanya.
“Kau tidak tau. Aku akan menjelaskannya” Kataku membantahnya.
“Baiklah” Balasnya, lesu sekali.
“Kemarin dia mengantarku pulang dan menemaniku di rumah, ternyata keluargaku sedang berada di Ireland, dan abangku memintanya untuk menemaniku. Dan untuk beberapa hari kedepan, aku memintanya untuk menemaniku, karna, yah kau tau, aku takut berada sendirian, apalagi dirumah. Tolong percaya padaku, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya” Jelasku panjang lebar.
“Sudahlah, aku percaya padamu. Lebih baik kita pergi ke kantin” Ajak olin dan aku mengangguk, menyetujuinya dan kami pun berjalan beriringan menuju kantin.




Comments
0 Comments
Facebook Comments by Barbie ♥

No comments:

Post a Comment