YN P.O.V
-Di parkiran-
Aku tidak melihat mobil yang biasa di naiki harry, dan itu membuatku bingung.
“Tunggu disini” Kata harry.
“Hm.. baiklah” Jawabku. Beberapa menit kemudian, sebuah motor berhenti tepat didepanku, aku tidak mengenalinya, sampai si pengemudi membuka helm nya.
“Hei, jangan bengong aja, ayo naik” Kata Harry menyadarkanku dari keterkejutanku.
“Na.. naik motor?” Tanyaku kurang yakin.
“Iyaa, aku gak bawa mobil hari ini, gak apa-apa kan?” Tanyanya ragu-ragu.
“Hm.. yasudah deh” Jawabku akhirnya dan ku dengar harry menghela nafas ketika aku naik ke bocengan motornya.
“Pegangan yaa” Katanya, membuatku bingung.
“Hm.. apa kau yakin?” Tanyaku, ragu-ragu.
“Yaa, tak apa” Jawabnya, dan aku pun memegang pinggangnya, ketika dia mulai menjalankan motornya dan lama kelamaan semakin kencang, aku pun spotan memeluknya. Dan ku dengar suara jantung yang berdebar kencang, aku ragu apakah itu suara jantungku atau suara jantung harry.
Harry P.O.V
Ku pikir tadi, YN tidak akan mau naik motor denganku, tapi setelah dia naik ke boncengan, aku pun akhirnya bisa bernafas lega karenanya. Seperti biasa, aku mengendari motor ku dengan ngebut, tapi tiba-tiba aku merasa ada yang memelukku dari belakang, dan aku sadar kalau itu adalah YN. Pelukkannya yang secara tiba-tiba membuat jantung berdebar kencang.
DEG-DEG-DEG-DEG-DEG!!!
Hanya itulah yang aku dengar, keringat pun mulai bercucuran, bukan karena panas, tapi karena gugup di perlakukan sedemikian rupa oleh YN. Mungkin jika dengan orang lain, aku tidak akan segugup ini. Aku pun tidak tahan lagi, jika harus di peluk YN lama-lama, aku takut tidak bisa mengontrol emosiku, padahal jika bisa, aku ingin tetap begini terus. Tiba-tiba terlintas di pikiranku taman tempat pertama kalinya aku bertemu YN. Aku pun berkamuflase ingin kesana sebentar, padahal yah seperti kalian tau, aku terlalu gugup. Akhirnya aku memutuskan dan membawa YN dalam boncenganku ke taman itu.
-Ditaman-
YN P.O.V
“Sudah sampai” Kata harry menyadarkanku. Perlahan aku mengangkat kepalaku, ternyata aku sedang memeluk harry, cepat-cepat ku lepaskan pelukanku, malu pun menyelimutiku seketika.
“Ma.. maafkan aku, aku tidak sengaja” Kataku malu. Lalu kami pun turun dari motor, tapi karna malu, aku hanya menunduk saja.
“Sudah, tidak apa-apa. Aku malah senang kau melakukannya” Kata harry sambil menaikkan daguku, agar aku tidak menunduk lagi. Tapi yang membuat kepalaku menegak bukan karna tangan harry, melainkan kata-katanya yang membuatku kaget.
“Ka.. kau bilang apa barusan?” Tanya ku, kaget. Ku lihat harry salah tingkah dan keringat mulai bercucuran dari dahinya, padahal hari ini udara sedang tidak panas.
“Oh, tidak, tidak ada” Jawabnya, putus-putus.
“Udah ah, yuk kita duduk disana” Lanjut harry sambil menunjuk sebuah kursi kosong, dan aku pun mengangguk.
“Taman ini adalah tempat yang paling nyaman untuk menyendiri” Kataku seperti melamun, ketika kami sudah duduk untuk beberapa menit.
“Ya, kau benar. Ini adalah salah satu tempat favorit ku” Kata harry dan itu membuatku menoleh padanya.
“Salah satu tempat favoritmu? Kenapa kau menyukai tempat ini?” Tanya ku, penasaran.
“Yah, seperti yang kau bilang dulu, tempat ini begitu tenang, dan yah, aku suka menyendiri” Jawab harry, tenang lalu menutup matanya dan menghirup udara segar di taman ini, aku hanya memperhatikannya dengan semua aktivitasnya, dan aku kagum akan semua itu, dia memang sangat mempesona.
Harry P.O.V
Aku merasa seperti ada yang memperhatikanku, dan rasa penasaranku menang, perlahan ku buka mataku dan aku melihat YN sedang memperhatikanku, dan itu membuatku gugup.
“Ke.. Hm.. Kenapa kau memandangiku seperti itu?” Tanyaku, setelah berdehem, karena suaraku terdengar gugup.
“Oh.. tidak, tidak apa-apa” Jawabnya, gelalapan, dan itu membuatku senang.
“Sepertinya kita sudah cukup lama disini, sebaiknya kita pulang sekarang” Ajakku , kemudian.
“Good sound. Come on” Balasnya menyetujuinya.
YN P.O.V
Kami pun berjalan beriringan menuju parkiran, melewati bunga-bunga dan pohon-pohon, hanya berdua, berdua!! Bayangkan!! Senang banget rasanya, dan sekarang aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta padanya! “Oh Tuhan, terimakasih kau sudah mempertemukanku dengan lelaki ini!!! Thanks GOD!!” Teriakku dalam hati. Tapi, tiba-tiba aku teringat olin, dia adalah sahabatku yang suka pada harry. “Oh Tuhan, bagaimana ini?” Teriakku lemas, masih dalam hati. Teringat olin membuatku unmood karena bingung, apa yang harus aku lakukan, akankah aku melepaskan cintaku untuk sahabatku? Aku bingung. Sangat bingung.
Harry P.O.V
Sepanjang perjalanan menuju parkiran, aku tidak henti-hentinya tersenyum, jangan ditanya deh gimana perasaanku saat ini, seneng banget banget banget!!! Tapi, setelah sampai di parkiran, ku lihat wajah YN murung, senyumku pun langsung hilang seketika. “Kenapa dia murung? Gara-gara bersamaku? Aaa, ku kira dia senang saat bersamaku. Harry, harry, makanya jangan kege’eran dulu!” Batinku.
“Kenapa murung?” Tanyaku, berani tapi ragu-ragu.
“Aku hanya lelah” Jawabnya.
“Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu lelah dengan pergi ke taman ini” Kataku, tidak enak.
“Oh, bukan begitu maksudku..” Balas YN, tapi langsung ku potong.
“Sudahlah, ayo pulang” Kataku dan dibalas dengan anggukan olehnya. Sepanjang perjalan, kami berdua sama-sama diam. Aku sendiri bingung harus ngomong apa, dan aku tidak tau apa yang sedang YN pikirkan. “Ah, sudahlah” Batinku, akhirnya. Kira-kira 20 menit kemudian, kami sampai di rumah YN.
“Sudah sampai” Kataku.
“Terimakasih, mau mampir?” Ajaknya setelah turun dari boncenganku. Setelah menimbang-nimbang, aku pun menyetujui untuk mampir kerumahnya. Aku pun mengangguk.
“Baiklah, yuk” Ajaknya dan ku ikuti dia masuk ke rumahnya.
