Harry P.O.V
Kring Kring Kring~
Jam bekerku berbunyi nyaring, aku pun langsung bangun, lalu bersiap-siap untuk jogging seperti biasanya. Yap, ini sebelum sekolah, karna jam beker ku masih menunjukkan pukul 05.00. Rute jogging ku untuk hari ini, hanya di sekitar kompleks perumahan ku saja, karna aku hanya jogging sebentar. Setelah capek berkeliling, aku pun berniat untuk istirahat sebentar di taman kompleks. Taman ini mirip dengan taman yang mempertemukan aku dengan YN. Aku pun langsung mengingat kembali masa-masa itu. Tanpa ku sadari, ketika aku melamunkannya, aku jadi tertidur di kursi taman ini.
“Hei, kenapa kau tertidur disini?” Suara seseorang membangunkanku.
“Oh, eh, sori. Maaf, sekarang jam berapa?” Tanyaku padanya, panic dan langsung bangun.
“Jam setengah 7” Jawabnya, bingung.
“Ha? Setengah 7? OMG! Aku harus pergi, terimakasih” Kataku, panic bukan main, karna aku harus ke sekolah dan bel sekolah berbunyi pukul 7, berarti aku hanya punya setengah jam untuk bersiap-siap dan pergi kesekolah. Dengan cepat aku berlari ke rumah, aku pun langsung menuju ke kamarku. Beberapa menit kemudian, aku sudah siap mandi dan berpakaian, ku masukkan buku pelajaran hari ini, dan aku segera berlari ke bawah. Tidak ada waktu untuk sarapan, dan itu membuat mamaku sedih.
“Maafkan aku mom, aku janji, aku akan makan disekolah, please jangan sedih gitu, give me your smile, mom” Mohonku.
“Baiklah, hati-hati sayang” Jawab mamaku sambil tersenyum dan mengusap rambut kriting ku.
“Aku pergi” Pamitku lalu mencium mamaku. Aku pun langsung mengambil motorku di garasi, karna aku yakin, jikalau aku memakai mobil, aku akan telat sampai di sekolah. Ternyata dugaanku benar, aku sampai di sekolah tepat saat bel berbunyi.
<SKIP>
YN P.O.V
“Harry kemana yaa? Kok belum datang yaa?” Tanya olin padaku.
“Mana ku tau, mungkin dia telat” Jawabku datar.
“Nah, itu diaaa” Kata olin, semangat. Aku mengikuti arah pandang olin, dan aku menemukan harry disana, dia berjalan melewati olin dan aku, dan itu membuat sahabat ku yang satu ini nge-fly.
“OMG! Harry harum banget! YN, aku deg-deg-an, hehee” Katanya padaku. Nah kan bener!
“Good morning students, how are you today? We will continued our study, open your book, please” Kata Mam Jess yang membuatku kaget, karna aku tidak menyadari kehadirannya.
<SKIP>
-Pulang sekolah-
“Hai YN, hai olin, ke kantin yuk?” Ajak harry kepada kami.
“Yuk, yuk, yuk!!” Jawab olin semangat dan harry hanya tersenyum dan meliriknya sekilas lalu kembali memandangku, meminta jawaban, dan itu membuatku gugup.
“A.. aku harus segera pulang, maaf” Jawabku, gugup
“Oh come on, sebentar sajaa” Mohon harry, aku tidak tega melihatnya.
“Yuk deh” Kataku akhirnya dan jawabanku membuat harry tersenyum puas.
-Dikantin-
“Hei YN!” Kata seseorang yang membuatku kaget, dan ternyata dia adalah abangku, Zayn. Dia sedang bersama perrie, Louis dan Eleanor. Kami bertiga pun bergabung dengan mereka.
“Hei harry, kau kenal dengan adik-adikku?” Tanya Louis heran.
“Yaa, aku sekelas dengan mereka. Eits, tunggu, tadi kau bilang mereka adik-adikmu?” Tanya harry, heran.
“Yah begitulah, olin adalah adikku dan YN adalah adiknya Zayn, tapi dia sudah seperti adikku sendiri” Jelas Louis pada harry. Yah, aku memang sudah seperti adiknya Louis{}
“Benarkah?” Tanya harry pada zayn, aku dan olin.
“Yaaa” Jawab kami serempak.
“Aku baru tauuu” Katanya menyesal.
“Hei, biasa saja dong, gak apa-apa kok, gak penting juga. Yaudah yuk, kita pesan makanan aja” Ajakku pada harry dan olin, serta menenangkan harry.
“Baiklah, kalian mau pesan apa, girls?” Tanya harry pada kami.
“Aku burger dan orange juice” Jawabku.
“Aku juga” Jawab olin, kemudian.
“Baiklah” Kata harry akhirnya, dan dia segera memesan pesanan kami. Beberapa menit kemudian, pesanan kami datang dan kami langsung memakannya, ditemani dengan obrolan yang kocak karna jokes dari Louis, sampai akhirnya kami tau, kalau harry adalah adik perrie.
“Kak, apakah kau akan pulang dengan ku, hari ini?” Tanya harry pada perrie dan membuat kami semua kaget.
“Hm.. Tidak, maaf, aku akan pulang bersama Zayn dan YN” Jawabnya, masih malu-malu.
“Eh, tunggu, tunggu, jadi kau dan harry adalah kakak-beradik?” Tanya abangku, tidak percaya.
“Yah, begitulah, hehee” Jawab perrie.
“Harry, kenapa kau tidak pernah cerita, kalau kau mempunyai kakak yang cantik seperti perrie?!” Kata Louis semangat dan itu membuat Eleanor kesal hingga mencubit pinggang Louis, Louis pun meminta ampun dan el melepaskan cubitannya diganti dengan manyun.
“Jangan cemberut gitu dong, aku hanya bercanda kok, kau lah wanita yang paling cantik di hidupku, el.. percayalah” Rayu Louis yang mampu membuat el tidak marah lagi padanya. So sweet banget!
“Jadi? Aku tidak yang paling cantik di hidup mu lagi loui? FINE!” Kata olin tiba-tiba, dan itu membuat Louis terdiam, bingung harus berkata apa.
“Baiklah, kau lah yang paling cantik setelah ibu dihidupku, adikku tersayang, dan el lah yang ketiga. Tidak apa-apa kan el?” Tanya Louis pada Eleanor, takut el marah lagi padanya, tapi ternyata el hanya tersenyum, dan itu membuat Louis lega. Kami pun tertawa melihat tingkah mereka bertiga, dan ketika aku melihat harry, aku mendapatinya sedang melihatku dan tersenyum, aku pun langsung menunduk dan ku rasa mukaku mulai memerah. Setelah cukup lama kami mengobrol, aku, abangku dan perrie pun pamit pulang, tapi ketika aku hendak beranjak dari tempat dudukku, harry menarik tanganku.
“YN pulang denganku saja, have fun guys!” Kata harry yang membuatku kaget bukan main.
“Hm.. baiklah, jaga dia baik-baik harry” Kata abangku, setelah menimbang-nimbang perkataan harry, emang barang apa, pake acara di timbang-_-
“Pasti! Jaga kakakku juga yaa, jangan sampai lecet!” Kata harry yang membuat muka perrie memerah dan membuat abangku tertawa.
“Bye guys!” Kata mereka serempak dan mereka pun berlalu dari pandangan kami. Setelah mereka pergi, harry pun mengajakku pulang dan aku mengiyakannya. Sempat ku lirik sahabatku, olin, ku lihat wajahnya yang murung dan itu membuatku tidak enak padanya.
