Harry P.O.V
Dirumah YN, aku hanya menonton bola, karena setelah ku cari-cari channel yang bagus, tidak ada satu pun yang bagus kecuali channel bola ini dan ku lihat YN tidak apa-apa jika menonton bola, tapi setelah beberapa menit, dia menjadi bosan, dan mencoba untuk merebut remote tv dari tanganku. Aku pun spontan menjauhkan tanganku darinya, karna channel ini bener-bener lagi seru! Aku terus-menerus menjauhkan remote tv dari gapaiannya sambil tetap menonton bola. Tapi, tanpa ku sadari remote tersebut terlepas dari tanganku dan aku pun segera mengambilnya dan aku lupa kalau yang menopang tubuh YN saat ini adalah bahuku
, jadi, ketika aku menunduk, tubuhnya pun ikut menunduk dan itu membuat kami berdua terjatuh, tubuh YN tepat menimpaku. Dan ketika aku membuka mataku, aku melihat YN berada di atasku tapi tidak lurus sejajar denganku, melainkan kepalanya berada di atas dadaku. Debaran jantung pun tidak bisa ku hindari dan karna itu aku takut YN mendengarnya.Dirumah YN, aku hanya menonton bola, karena setelah ku cari-cari channel yang bagus, tidak ada satu pun yang bagus kecuali channel bola ini dan ku lihat YN tidak apa-apa jika menonton bola, tapi setelah beberapa menit, dia menjadi bosan, dan mencoba untuk merebut remote tv dari tanganku. Aku pun spontan menjauhkan tanganku darinya, karna channel ini bener-bener lagi seru! Aku terus-menerus menjauhkan remote tv dari gapaiannya sambil tetap menonton bola. Tapi, tanpa ku sadari remote tersebut terlepas dari tanganku dan aku pun segera mengambilnya dan aku lupa kalau yang menopang tubuh YN saat ini adalah bahuku
“Kau.. kau tidak apa-apa?” Tanyaku, gugup.
“Oh, tidak, tidak apa-apa. Maaf” Jawabnya terpatah-patah, mungkin malu.
“Aku yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku” Kataku, tulus dan malu.
“Ah, tidak apa-apa. Aku mau ke dapur dulu yaa” Katanya seraya bangkit meninggalkanku menuju dapur.
“Oh Tuhan, apa sekarang dia marah padaku?” Gumamku, bingung. “Ku rasa, lebih baik aku pulang saja” Batinku. Aku pun menunggu sampai dia kembali dari dapur untuk pamit pulang.
“Hm.. YN, sebaiknya aku pulang. Sudah lama juga aku berada di sini” Pamitku dan aku pun beranjak dari sofa ketika YN sudah kembali dari dapur.
“Hm.. harry” Panggilnya, ragu-ragu.
YN P.O.V
Aku pun memutuskan untuk pergi ke dapur, karna aku sangat malu atas kejadian tadi. Aku takut harry marah padaku. Setelah tenang, aku pun kembali ke ruang keluarga. Dan ku dengar dia pamit pulang, aku pun menjadi takut, takut kalau dia marah denganku, dan juga takut jika sendirian dirumah. Dan ku beranikan diriku untuk memintanya menemaniku di rumahku.
“Hm.. harry” Panggilku ragu-ragu dan dia pun berbalik menghadapku.
“Ya, YN?” Jawabnya.
“Hm.. Aku, aku takut sendirian di rumah, maukah kau menemaniku sampai abangku pulang? Karna, mama dan papaku sedang pergi ke Ireland, please?” Tanyaku, ragu-ragu tapi memohon.
“Baiklah” Katanya dengan senyuman. Ketika mendengar jawabannya, aku pun tersenyum lega.
“Terimakasih” Kataku.
“No problem” Balasnya.
Kami pun menghabiskan banyak waktu dengan bermain, bercanda, mengobrol, sampai akhirnya hari semakin malam, tapi abangku belum pulang juga. Kantuk pun tidak bisa ku hindari.
“Hoammm” Aku pun menguap.
“Lebih baik kau tidur saja, sana pergi ke kamarmu” Katanya.
“Apakah setelah aku tertidur kau akan pulang?” Tanyaku, ragu-ragu.
“Tidak akan, kau tenang saja” Jawabnya, menenangkanku. Aku pun segera menuju ke lantai atas, dimana kamarku berada. Dan aku pun mulai tertidur.
Harry P.O.V
Setelah YN pergi menuju kamarnya, aku pun bingung harus melakukan apa. Akhirnya aku memutuskan untuk menonton tv saja, ku hidupkan tv, dan aku pun mulai mencari-cari channel lagi, tapi tidak ada yang bagus, dan channel bola yang tadi sudah habis. Aku terus mencari dan tiba-tiba telfon rumah YN berdering, dengan ragu-ragu, ku angkat telfon itu, karna dia terus-menerus berdering.
“Ha.. haloo?” Tanyaku, ragu-ragu.
“Halo? YN, maafkan aku, aku lupa memberitahumu, tadi siang aku menyusul mama dan papa ke Ireland, aku disuruh menjadi bestmen nya anaknya aunt jess, karna yang akan menjadi bestmen sebenarnya sedang sakit. Bisakah kau menjaga dirimu sendiri? Maafkan aku, tapi percayalah aku sangat mengkhawatirkan dirimu. YN? Halooo?” Kata seseorang di telfon dan aku yakin itu adalah zayn.
“Oh ini kau zayn? Ini aku harry, tadi YN memintaku untuk menemaninya karna dia takut sendirian dirumah. Dan sekarang, YN sedang tidur” Jawabku, jujur.
“Oh, ini kau harry. Hm.. bolehkan aku menitip YN padamu?” Tanya zayn, ragu-ragu.
“Oh tentu, kapan kau akan pulang?” Tanyaku.
“Sebenarnya besok, tapi karna aku yakin kau bisa menjaga adikku, aku akan pulang bersama orang tuaku, kemungkinan 2-3 hari lagi” Jelasnya.
“Oh baiklah, percayakan YN padaku” Kataku, menyakinkannya.
“Baiklah, sampai ketemu dan terimakasih harry” Kata zayn akhirnya dan dia pun memutuskan sambungan telfonnya.
“Kurasa, aku akan menginap disini. Lebih baik, aku memberitahu mom dulu” Batinku dan aku pun langsung menelfon my mom, untuk memberitahu, bahwa aku akan menginap di rumah teman, aku lega setelah mom mengizinkanku. Setelah kira-kira sejam aku menonton, aku pun bosan, ku putuskan untuk mengecek keadaan YN di atas. Aku pun segera menuju kamarnya.
“Apakah kau sudah tidur YN?” Tanyaku pelan tapi tidak ada jawaban darinya, aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya, ternyata dia sedang tertidur pulas, aku pun duduk di ujung ranjangnya, di sebelah kepalanya dan aku hanya memperhatikannya. Setelah cukup lama aku memperhatikannya, dia mulai komat-kamit, seperti berbicara tapi tidak berusaha, ku perhatikan terus, dan tiba-tiba dia memanggil namaku “Harry.. harry.. te amo” Katanya. “Te amo? Maksudnya?” Gumamku, bingung. Ku akui aku hanya bisa bahasa inggris. “Aku harus tau apa arti dari ‘te amo’ HARUS!” Tekatku. Setelah mengingau menyebut namaku, dia kembali tertidur pulas dan aku terus memperhatikannya, sampai-sampai aku tidak sadar kalau aku tertidur karenanya, dan guncangan lah yang membangunkanku.
“Hei harry, wake up! Ayo cepat, ntar kita telat loh” Sebuah suara dan guncangan yang pelan membangunkanku.
“Iya, iya” Jawabku, setengah sadar.
“Come on! Aku udah siap loh, kalau kamu mau ganti baju, pake baju si abang aja dulu” Tawarnya, dan setelah aku bener-bener sadar, ternyata itu adalah suara YN.
“Oh baiklah” Kataku lalu aku beranjak dan menuju kamar mandi yang telah di tunjukkan oleh YN.
