-Diparkiran-
YN P.O.V
“Mana sih bang zayn! Katanya di suruh tunggu di parkiran, eh, ditungguin malah ga dateng-dateng” Gerutuku.
“Hai dek, sori nunggu lama, oia, kenalin ini Perrie” Kata bang zayn tiba-tiba. Ternyata dia sudah berada di belakangku, dan seorang wanita cantik di sampingnya, yang ku tau, kalau wanita ini lah yang bernama perrie, wanita yang di sukai abangku. Mereka sangat cocok.
“Hai, kenalin aku perrie, kamu pasti YN. Senang berkenalan denganmu” Katanya ramah.
“Hai perrie, ups, kakak maksudku, iya aku YN, adiknya bang zayn, hehee” Kataku sambil cengengesan.
“Kau lucu, zayn benar tentangmu dan aku menyukaimu” Kata perrie yang membuatku senang terhadapnya.
“Terimakasih, aku juga menyukaimu. Apakah kalian berpacaran?” Tanyaku dan abangku hanya mengangkat tangannya yang ternyata bergandengan dengan perrie.
“Cieeeee, selamat yaaa” Kataku lalu memeluk mereka secara bergantian. “Jangan lupa traktirannyaaa, hehee” Lanjutku.
“Haha, sip bos! Udah ah, yuk pulang” Ajak abangku.
“Yuk” Jawabku dan perrie berbarengan, membuat kami saling pandang lalu tersenyum. Sepanjang perjalanan pulang, aku terus-menerus menggoda pasangan baru ini, dan itu membuat wajah mereka berdua memerah dan membuatku tertawa puas. Kami pun tiba di rumah perrie, dia pun pamit pada kami dan mencium pipi abangku sekilas, karna itu pipi abangku pun menjadi merah dan aku pun tertawa geli, melihatku tertawa, abangku langsung memukul kepalaku pelan, tapi itu tidak cukup untuk menghentikan tawaku, hihi XD
The other side
Harry P.O.V
“Hei harry, ku perhatikan, sedari tadi kau terus-menerus melamun. Hayoo, lagi mikirin siapa?” Goda Louis.
“Eh, hm.. tidak.. tidak ada” Jawabku, gugup.
“Oh come on! Apakah seorang wanita? Cantikkah dia? Ceritakan padaku” Kata Louis, to the point.
“Baiklah, ya, dia memang seorang wanita. Cantik? Dia lebih kepada manis, dan ku rasa, aku menyukainya” Kata harry, jujur.
“Oh yeah? Siapa gadis itu?” Tanya Louis penasaran.
“Ya ya, siapa gadis yang beruntung itu harry?” Tanya el penasaran, padahal daritadi dia diam saja.
“Hm.. Dia.. Ah, aku belum siap untuk menceritakannya” Jawab harry, malu-malu.
“Oh baiklah, aku tidak tega melihat mu dengan pipi merah seperti itu” Ledek Louis yang membuat pipi harry semakin merah.
The other side
Violin P.O.V
“Oh Tuhannn, harry cakep bangettt! Sepertinya, sekarang aku sudah jatuh cinta padanyaaa” Gumamku sambil tersenyum dan terus-menerus memperhatikan harry dari kejauhan.
The other side
Harry P.O.V
“Hm.. Loui, el, sepertinya aku harus pulang sekarang, sampai ketemu besok” Pamitku dan langsung beranjak dari tempat dudukku, ketika aku berbalik, ku lihat olin, dan aku pun nyamperin dia sebentar.
The other side
Violin P.O.V
“OMG! OMG! Harry kesini, iyaa, dia kesini!!! Aaaaa!!” Jeritku dalam hati.
The other side
Harry P.O.V
“Hai olin” Sapaku, ramah.
“Ha..hai harry” Jawabnya, seperti gugup.
“Kok sendiri? YN mana?” Tanyaku, sambil mencari-cari keberadaan YN, tapi hasilnya nihil.
“Hm.. YN, YN udah pulang” Jawab olin dan membuatku lemas.
“Oh, begitu, baiklah, aku pulang pulang dulu yaa, bye” Kataku dan langsung beranjak menuju parkiran tanpa mendengar balasan olin, unmood karna gak ketemu sama YN. Aku pun memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.
